Seorang juru bicara polisi Israel mengatakan dua pria menggunakan senjata otomatis untuk menembak aparat yang bertugas di plaza Gerbang Damaskus, pintu masuk ke Kota Tua. Polisi merespons dengan cepat dan menembak penyerang tersebut. Tempat ini telah menjadi lokasi banyak insiden kekerasan sebelumnya.
Beberapa suara tembakan terdengar di rekaman video amatir yang diambil saat kejadian di sore hari yang sibuk itu. Tidak ada laporan tentang korban lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan keamanan Israel telah menewaskan sedikitnya 163 warga Palestina, 107 di antaranya dituding Israel sebagai penyerang, sementara sisanya ditembak mati ketika protes anti-Israel. Rentetan kekerasan ini telah berlangsung terus selama lima bulan.
Penusukan, penembakan dan penabrakan mobil oleh warga Palestina telah menewaskan 27 warga Israel dan seorang warga negara AS sejak awal Oktober.
Dalam penembakan dekat Kota Jenin di Tepi Barat, "dua penyerang melemparkan batu ke mobil", menurut pernyataan militer. "Pasukan tiba dan ditembaki oleh penyerang. Tentara merespon dan menembak para penyerang, yang mengakibatkan kematian mereka."
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan dua warga Palestina berusia 15 tahun tewas.
“Dia masih bergerak. Tentara meneriaki saya untuk kembali dan mereka menembak ke arahnya—mungkin sekitar 12 peluru," ujar dia.
Abu Baker mengatakan dia tidak bisa melihat apakah orang yang tergeletak di tanah bersenjata. Seorang juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencuit foto senapan M-16 di trotoar, yang kata dia merupakan senjata yang digunakan menyerang tentara. (stu)