Seperti dikutip CNN, ada tiga kemungkinan yang menjadi penyebab insiden yang menimpa pesawat Boeing 737 itu, dan terorisme tidak termasuk di dalamnya.
Juru bicara penyidik kecelakaan penerbangan Rusia, Oksana Kovrizhnaya mengatakan, ketiga dugaan penyebabnya adalah masalah teknis, cuaca buruk dan human error.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah hampir dua jam berputar selama lebih dari 10 kali di atas bandara, pilot memutuskan mendarat. Namun pendaratan berakhir nahas setelah pesawat menabrak landasan dan meledak.
Padahal menurut penyelidikan awal, pilot disarankan untuk mengalihkan pendaratan di bandara lainnya. Selain itu, jumlah bahan bakar di pesawat itu cukup untuk terbang ke bandara lain.
Sebanyak 55 penumpang tewas dalam peristiwa itu. Sebanyak 44 di antaranya adalah warga Rusia, delapan Ukraina, dua India, dan satu dari Uzbekistan.
Ini adalah kecelakaan pesawat kedua dalam waktu kurang dari enam bulan yang membawa para penumpang Rusia. Sebelumnya pada 31 Oktober lalu, pesawat Metrojet Airbus A321 jatuh di Sinai, Mesir, dalam penerbangan ke St Petersburg. Diduga insiden ini terjadi akibat bom di dalam pesawat.