"Informasi KBRI Islamabad sampai saat ini tidak ada laporan WNI yang jadi korban," tulis Kemlu melalui akun Twitter @Portal_Kemlu_RI.
Sebelumnya, Kemlu atas nama pemerintah Indonesia juga mengecam keras pengeboman di Lahore tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puluhan ambulans pun langsung memenuhi taman tersebut untuk mengangkut korban yang kebanyakan merupakan perempuan dan anak-anak.
"Total korban meninggal sudah meningkat hingga 69. Operasi penyelamatan terus dilakukan," ujar seorang petugas penyelamat dari pemerintah Punjab kepada Express News.
Seorang pengawas medis di Jinnah Hospital, Ashraf, mengatakan kepada AFP bahwa lebih dari 40 jenazah tiba di rumah sakit tempatnya bekerja.
"Jumlah orang yang terluka lebih dari 200 orang, kebanyakan dalam kondisi kritis. Saya khawatir jumlah korban tewas akan bertambah," katanya.
Di lokasi kejadian, petugas senior kepolisian, Haider Ashraf, mengatakan bahwa ledakan ini diperkirakan merupakan bom bunuh diri melihat adanya gotri di sekitar taman.
"Targetnya adalah orang Kristen. Kami ingin mengirimkan pesan ini kepada Perdana Menteri Nawaz Sharif bahwa kami sudah memasuki Lahore. Dia dapat melakukan apa yang ia inginkan, tapi dia tidak akan bisa menghentikan kami. Pengebom bunuh diri kami akan terus melakukan serangan semacam ini," ucap juru bicara faksi tersebut, Ehsanullah Ehsan.
Militan di Pakistan memang kerap menyerang umat Kristen dan kelompok agama minoritas lainnya selama satu dekade ini. Umat Kristen menuding pemerintah tak melakukan cukup upaya untuk melindungi mereka. (den)