Media Pakistan memberitakan korban tewas berjumlah antara 69 hingga 71 orang. Korban diperkirakan akan terus bertambah seiring banyaknya warga yang dalam keadaan kritis akibat ledakan di Gulshan-e-Iqbal Park, wilayah Iqbal, Lahore.
Kebanyakan korban adalah wanita dan anak-anak yang saat itu tengah memadati taman hiburan pada liburan Paskah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku diidentifikasi
Polisi seperti diberitakan The Express Tribune Pakistan telah menemukan jasad pelaku bom bunuh diri dalam keadaan mengenaskan.
"Bagian atas tubuhnya tidak dikenali, dia berusia sekitar 22 tahun," kata sumber keamanan.
Dalam pemeriksaan DNA dan kartu identitas, pelaku bernama Muhammad Yousaf Farid, warga Muzaffargarh, Punjab.
Pakistan telah menjadi sasaran kekerasan militan dalam 15 tahun terakhir sejak negara itu bergabung dalam kampanye memberantas al-Qaidah pimpinan Amerika Serikat usai peristiwa 9/11.
Jamaat-ul-Ahrar sebelumnya juga mengklaim melakukan beberapa serangan besar setelah berpisah dengan kelompok utama Taliban. Sebelumnya faksi ini menyatakan baiat kepada ISIS, namun kemudian kembali bergabung dengan Taliban.
Serangan mereka biasanya mengincar militer, polisi, kantor pemerintah dan kepentingan Barat. Namun kini serangan juga menarget warga Kristen dan agama minoritas lainnya.
Lahore yang menjadi daerah serangan kali ini adalah ibukota dari provinsi paling kaya di Pakistan, Punjab. Lahore disebut juga sebagai jantung perpolitikan Perdana Menteri Nawaz Sharif dan partainya.
Sharif mengecam serangan yang disebutnya "pengecut" itu dan memerintahkan respons secepatnya. (den)