logo CNN Indonesia

Potret Bengis Khmer Merah di Penjara Genosida Kamboja

Anggi Kusumadewi, CNN Indonesia
Minggu, 08/05/2016 15:13 WIB
Artikel belum tersedia
Museum Genosida Tuol Sleng di Phnom Penh memotret jelas kebengisan rezim Khmer Merah kala berkuasa di Kamboja 1968-1975. Museum itu dahulu merupakan Sekolah Menengah Atas yang ‘disulap’ menjadi penjara rahasia di Kamboja dengan sebutan Security Prison 21 atau S-21. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
Khmer Merah mengubah sekolah dan pagoda-pagoda menjadi penjara, kandang, dan gudang. Sekolah-sekolah formal dilarang di bawah kediktatoran rezim pembunuh Khmer Merah. “Tak perlu ada ijazah. Studi tak penting. Yang penting bekerja dan revolusi,” demikian instruksi saat itu. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
Tuol Sleng atau S-21 menjadi penjara paling dirahasiakan di Kamboja. Mayoritas tahanan yang dibawa ke sana ialah kader Khmer Merah yang dituding berkhianat atau melakukan makar, misalnya menjadi mata-mata untuk CIA dan KGB. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
Yang lebih mengenaskan, seluruh keluarga dari orang-orang yang dituduh pengkhianat itu ikut dijebloskan ke dalam penjara. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
Para tahanan kebanyakan tidak tahu apa yang dituduhkan kepada mereka. Namun mereka disiksa hingga mau mengakui kejahatan apapun yang dituduhkan rezim atas mereka. Selanjutnya setelah mengaku, tiap tahanan ditandai untuk dieksekusi. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
Para tahanan kerap dipukuli oleh interogator sampai darah mengalir keluar dari punggung mereka. Tak berakhir di situ, air garam kemudian dituangkan pada luka mereka untuk membuat penyiksaan makin menyakitkan. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
Di antara aturan di Penjara Tuol Sleng: tahanan tak boleh menangis ketika dicambuk atau disetrum; tahanan tidak boleh melakukan apapun, duduk diam dan tunggu perintah, serta tetap diam jika tak ada perintah; cambukan dan setruman lebih banyak akan diberikan jika tahanan tak patuh. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
14 ribu hingga 20 ribu orang yang dipenjara di Tuol Sleng dieksekusi. Semula hanya tujuh tahanan yang diketahui selamat. Namun setelah diteliti, diperkirakan 179 tahanan dibebaskan dari Tuol Sleng 1975-1978. Itu belum 23 tahanan lain yang belakangan diketahui selamat kala rezim Khmer Merah tumbang. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
Bou Meng salah satu yang selamat. Dia hidup karena keahliannya melukis. Kepala penjara memberi kertas, pensil, dan foto pemimpin Komunis Lenin kepada Meng. “Jika tak bisa melukis dengan baik, kamu akan dibunuh.” Namun sketsa Meng disukai dan ia diminta melukis pemimpin Khmer Merah, Pol Pot. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
Dari 86 kuburan massal yang digali dari ladang pembantaian Choeung Ek di pinggiran Phnom Penh, diketahui 8.985 orang tewas disiksa Khmer Merah. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
Ruang kelas yang diubah menjadi penjara dengan sel-sel supersempit. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
Genangan darah di salah satu sudut Tuol Sleng yang tak bisa terhapus hingga kini meski penjara rahasia tersebut telah dijadikan museum untuk mengabadikan keganasan rezim Khmer Merah. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
Pintu masuk salah satu ruangan kelas yang dijadikan penjara. Gelap pengap jadi satu dalam bangunan ini. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
Halaman tengah Museum Genosida Tuol Sleng yang hijau dan rindang amat kontras dengan sejarah suram bangunan yang mengelilinginya. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
0 Komentar
Terpopuler
CNN Video