"China dan Indonesia memiliki sudut pandang berbeda mengenai perairan di mana insiden itu terjadi. Kapal penangkap ikan China melakukan aktivitas produksi normal di sana," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, seperti dikutip Reuters, Senin (30/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini bukan insiden penangkapan kapal China pertama oleh Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Pada Maret lalu, kapal KM Kway Fey 10078 yang berbendera China ditangkap karena diduga melakukan tindak pencurian ikan, juga di wilayah perairan Natuna.
Hubungan antara China dan Indonesia sebelumnya juga sempat disoroti setelah Beijing menggambar sembilan garis putus-putus di dekat perairan Natuna dalam peta mereka. Namun, China akhirnya mengatakan bahwa tidak ada sengketa dengan Indonesia di perairan tersebut. (stu)