Media AS, The New York Times, pada Minggu (26/6), mengutip sejumlah sumber dari pemerintahan AS dan Yordania, melaporkan bahwa beberapa senjata yang dicuri digunakan dalam penembakan pada November lalu, yang menewaskan dua warga AS dan tiga lainnya di fasilitas pelatihan polisi yang didanai AS di ibu kota Amman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan senjata curian ini terhenti hanya beberapa bulan lalu menyusul adanya laporan dari pemerintah AS dan Saudi. Pencurian senjata bernilai jutaan dolar yang terungkap dalam investigasi bersama antara New York Times dan Al Jazeera ini menyoroti tak tertibnya program pelatihan dan persenjataan berbagai kelompok pemberontak Suriah oleh CIA dan Pentagon, meski pemerintahan AS di bawah Presiden Barack Obama berupaya agar program itu berjalan di bawah pengawasan yang ketat.
New York Times melaporkan bahwa pencurian itu, termasuk sejumlah senapan serbu Kalashnikov, mortir dan granat berpeluncur roket, telah menyebabkan banjir senjata baru di pasar gelap. Menurut sumper pemerintahan Yordania, dalang pencurian senjata ini menggunakan uang hasil penjualan senjata untuk membeli sejumlah ponsel iPhone, mobil SUV, dan berbagai barang mewah.
Hingga saat ini CIA belum memberikan keterangan resmi terkait terungkapnya pencurian ini. (ama/stu)