Menurut Shamsi, selama ini masyarakat Muslim Amerika sudah merasa aman dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Walau berbagai kasus Islamofobia tercatat di negara ini, namun jumlahnya tidak sebanding dengan sikap toleransi yang ditunjukan warga AS terhadap Muslim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Shamsi mengaku tidak khawatir perkembangan Islam menurun sejak terpilihnya Trump. Dia mengatakan, walau kasus Islamofobia meningkat belakangan ini, namun perkembangan Islam juga tidak bisa dianggap enteng. Jumlah umat Islam AS terus bertambah, saat ini mencapai 3,3 juta orang.
"Perkembangan Islam tidak terbendung. Bahkan dalam kondisi terjepit Islam terus berkembang," kata Shamsi.
Shamsi mengatakan terpilihnya Trump tidak lebih buruk ketimbang serangan teroris pada 11 September 2001 atau 9/11. Menurut dia, gejolak Trump hanya berlangsung sementara dan akan menjadi tangga untuk semakin berkembangnya Islam.
"Islam itu berkembang jika ditantang. Ibarat bola yang semakin ditekan di dalam air, maka pantulannya akan semakin tinggi," kata Shamsi.
"Pada peristiwa 9/11 banyak yang menyangka Islam telah dikuburkan, Islam telah menemukan kuburannya. Tapi nyatanya Islam berkembang luar biasa di Amerika pasca 9/11," lanjut dia lagi. (den)