"Langkah 'penanggulangan' ini bertujuan menjaga kepentingan Beijing dan Moskow serta keseimbangan strategis di kawasan," demikian bunyi pemberitaan kantor berita pemerintah China, Xinhua, seperti dilansir Reuters, Jumat (13/1).
Xinhua tidak menjabarkan lebih lanjut langkah yang akan ditingkatkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China dan Rusia khawatir, penempatan THAAD ini justru dapat membuat Korut kian berang. Lebih jauh, China juga khawatir karena radar THAAD diduga dapat menjangkau negaranya.
"China dan Rusia mendesak AS mengatasi masalah keamanan mereka dan berhenti menempatkan THAAD di Semenanjung Korea," tulis Xinhua, mengutip sebuah pernyataan resmi pemerintah China.
Untuk menanggapi rencana pengerahan THAAD ini, Rusia dan China sebelumnya telah menggelar latihan militer gabungan anti-rudal pada Mei lalu. Mereka direncanakan akan menggelar latihan gabungan lagi pada tahun ini.
Rencana pengerahan THAAD ini juga dikritik oleh warga setempat. Upaya pertama pengerahan THAAD ini pun ditolak oleh warga. Kini, AS dan Korsel kembali merencanakan pengerahan THAAD dengan lokasi di lapangan golf.