Namun, kepemimpinan presiden baru mereka, Donald Trump, membuat penyelenggaraan acara yang dijadwalkan berlangsung pada 29 April itu menjadi tak bergairah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, banyak dari mereka yang mengaku berpikir dua kali jika diundang dalam acara makan malam yang sudah berlangsung di Gedung Putih sejak 1921 itu.
Media yang biasa menjadi sponsor, seperti The New Yorker dan Vanity Fair, bahkan sudah menolak berpartisipasi dalam acara tahun ini.
“Bagaimana bisa seseorang dari kami bersulang dengan seseorang yang menodai kebebasan dalam jurnalisme?” tulis David Frum, editor dari The Atlantic, melalui cuitan di akun Twitter-nya, seperti yang dilansir AFP.
Senada dengan Frum, editor dari US News & World Report, Robert Schlesinger, mengatakan kalau media harus memboikot acara yang juga bertujuan untuk menggalang dana beasiswa dalam bidang jurnalisme itu.
Meski demikian, asosiasi yang menjadi penyelenggara menyatakan tetap akan menghelatnya, walau belum mendapat kepastian mengenai kehadiran Trump.
Acara White House Correspondents Association Dinner selalu berlangsung meriah. Selain politisi dan wartawan, acara itu juga dihadiri oleh selebriti, mulai dari George Clooney sampai Lindsay Lohan.
(ard)