"Kalian dapat menyampaikan rasa hormat saya kepada imam besar, tapi saya tidak akan menutupi diri saya," ujar Le Pen sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun sudah bertemu dengan presiden Libanon yang berlatar belakang agama Kristen, Michael Aoun, juga Perdana Menteri beragama Islam, Saad al-Hariri.
Kantor Derian mengaku kaget ketika Le Pen membatalkan pertemuan ini. Menurut seorang sumber, mereka sebelumnya sudah memberikan informasi bahwa Le Pen diminta untuk memakai penutup kepala saat bertemu dengan Derian.
Perancis memang dikenal sebagai negara sekuler yang melarang penggunaan simbol-simbol keagamaan di tempat umum.
Namun lebih dari itu, Le Pen sendiri memang dikenal sebagai sosok yang anti-Muslim dan imigran. Ia bahkan mengatakan bahwa kemenangan Donald Trump dalam pemilihan umum Amerika Serikat merupakan momentum tepat untuk kebangkitan populis di Perancis.
Belakangan, partai Le Pen melunakkan pernyataannya mengenai Muslim dan imigran, diperkirakan untuk menarik dukungan dari warga mayoritas. (has)