Menurut kantor berita pemerintah Korut KCNA, Selasa (7/3), uji coba rudal ini adalah latihan unit artileri Hwasong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas militer di Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat semua mengonfirmasi peluncuran empat proyektil Pyongyang yang sempat mengudara sejauh 1.000 kilometer ke Laut Jepang atau Laut Timur.
Salah seorang pejabat AS mengatakan rudal-rudal itu berjarak menengah.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan tiga dari empat rudal itu jatuh di wilayahnya. Menurut dia, peluncuran tersebut jelas melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Seorang diplomat DK PBB mengatakan Amerika Serikat dan Jepang telah meminta pihaknya mengadakan pertemuan terkait peluncuran rudal Korut terbaru ini.
Pertemuan itu kemungkinan akan diadakan besok. Saat ini, kebanyakan anggota dewan sedang dalam perjalanan ke Afrika.
Ini bukan kali pertama Korea Utara meluncurkan rudal dengan jarak 1.000 kilometer.
September 2016 lalu, Korut meluncurkan tiga rudal balistik yang sempat menempuh jarak sejauh itu, mendarat di zona identifikasi pertahanan udara Jepang, memancing respons keras dari negara tetangganya itu.