logo CNN Indonesia

Ratusan TKI Diduga Disekap, Kemlu Kantongi Identitas Penyalur

, CNN Indonesia
Ratusan TKI Diduga Disekap, Kemlu Kantongi Identitas Penyalur Ilustrasi TKI korban perdagangan orang. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri telah mengantongi identitas oknum-oknum yang diduga menyalurkan ratusan TKI dengan menyalahi prosedur sehingga berujung kepada penyekapan di Riyadh.

Menurut Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal, Al-Jeraisy--perusahaan yang diduga merekrut pekerja Indonesia secara ilegal--tidak melakukan aktivitasnya sendirian.

“Kalau lihat modusnya, ada kemungkinan perusahaan Al-Jeraisy di Riyadh bekerja sama dengan oknum individu di Indonesia. Rekrutmen TKI ini tidak dilakukan secara formal. Nama-nama tersangka yang terlibat di Indonesia juga sudah kita sampaikan ke aparat hukum di sini,” ucap Iqbal di kantornya, Jakarta, Jumat (21/4).

“Tapi, karena ini asas praduga tak bersalah, kami belum bisa menyampaikan siapa oknum tersebut. Ini adalah informasi yang kami dapat dari hasil BAP (berita acara pemeriksaan) terhadap enam TKI yang berhasil dipulangkan.”
Al-Jeraisy adalah perusahaan perekrut pekerja asing outsourcing besar di Saudi. Jika bukti sudah kuat, kata Iqbal, RI baru bisa meminta aparat Saudi mengambil langkah hukum seperti penangguhan operasi terhadap korporasi tersebut.

Sejauh ini, lanjut Iqbal, perusahaan itu sudah tiga kali digerebek. Namun, hanya ada empat TKI di sana yang kini sudah dipulangkan.

“Penggerebekan hanya bisa dilakukan lagi kalau kita sudah mengumpulkan bukti yang memadai,” katanya.

“Kami juga sudah lapor ke kepolisian Riyadh dan Kemlu Saudi. Prinsipnya, mereka siap beri dukungan kepada kita dalam memberantas kasus yang diduga termasuk tindakan pidana perdagangan orang ini (TPPO).”
Sementara itu, juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan pemerintah RI tengah bekerja sama dengan aparat Saudi menyelidiki dugaan penyalagunaan izin oleh Al-Jeraisy.

“Kami terus bekerja sama dengan otoritas di Saudi menyelidiki perusahaan yang diduga menyalahi izin kerja mereka karena menyalurkan ratusan TKI ini tidak seusai izinnya. Perusahaan menyalurkan TKI menjadi pekerja rumah tangga, padahal dalam izin mereka seharusnya menyalurkan ratusan TKI ini untuk menjadi cleaning service,” ucap Arrmanatha.

Sampai saat ini, Arrmanatha menyatakan, pihaknya belum bisa mengonfirmasi secara pasti jumlah TKI yang diduga disekap. Kemlu RI masih terus memverifikasi hal ini.

Namun, lanjutnya, berdasarkan data yang didapat dari kedutaan Saudi di Indonesia dan aparat di Riyadh, jumlah TKI tersebut tidak sebanyak yang diberitakan selama ini. Sementara itu, Iqbal mengatakan Kemlu RI belum bisa mengatakan peristiwa ini sebagai penyekapan karena penyelidikan masih berjalan.
“Kemlu tak pernah buat pernyataan soal penyekapan. Kami belum bisa katakan ini penyekapan atau tidak karena kami masih melakukan investigasi. Sejak awal Februari kita sudah menginvestigasi perusahaan ini sebetulnya,” ujar Iqbal.

“Kami juga belum bisa konfirmasi bahwa ada 300 TKI dalam kasus ini. Karena ini kan laporan dari salah satu TKI yang berhasil kabur dan akhirnya dipulangkan ke Indonesia. Penghitungan dia belum tentu akurat karena bisa saja ada itu warga negara lain. Tapi tetap pernyataan ini kami pertimbangkan sebagai dasar investigasi,” tuturnya menambahkan.

Kabar penyekapan ini muncul setelah enam orang TKI yang kabur dari majikannya dan meminta perlindungan pada KBRI di Riyadh dipulangkan ke Indonesia.

Keenam TKI itu didatangkan Al-Jeraisy. Salah satu dari pekerja yang dipulangkan menyebut ada sekitar 300 orang mengalami nasib yang sama dengan mereka saat di Riyadh. Mereka diduga banyak yang disekap oleh majikan.

(aal)

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video