"Presiden dalam keadaan sehat, tapi jadwalnya sangat brutal," ujar juru bicara kepresidenan Filipina, Ernesto Abella, sebagaimana dikutip Inquirer.
Abella mengatakan, agenda Duterte belakangan ini memang sangat padat, terutama setelah pemberlakuan darurat militer akibat bentrokan antara militer dan kelompok militan Maute di Kota Marawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pernyataan Abella tersebut tak meredakan kekhawatiran sejumlah pejabat akan kondisi kesehatan sang presiden.
Kondisi kesehatan Duterte menjadi sorotan setelah pada Desember lalu, ia mengaku sering mengonsumsi fentanyl, obat penahan rasa sakit yang biasa digunakan oleh pengidap kanker dan penyakit kronis lainnya.
Akibat penyakit ini, ia bahkan sempat mengaku tak yakin dapat menyelesaikan masa jabatannya mengingat kondisi kesehatannya belakangan ini.
Duterte merupakan presiden terpilih paling tua dalam sejarah Filipina. Masa jabatannya akan berakhir pada 2022, ketika ia menginjak usia 77 tahun.
"Saya tua. Ini adalah pesta terakhir saya. Setelah ini, usia saya 77. Saya tidak yakin apakah saya masih akan ada hingga akhir masa jabatan saya," kata Duterte.