“Belum pernah ada penahanan di Korut yang beragis tragis seperti ini,” tulis Young Pioneer Tours di laman Facebook-nya.
Kasus Warmbier membuat agen wisata yang berbasis di China itu mempertimbangkan untuk menghentikan programnya membawa turis AS ke Pyongyang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Korea Utara, Young Pioneer Tours menjanjikan program scuba diving dan berkeliling kota menggunakan sepeda.
Di sisi lain, agen perjalanan yang menyebut Korut sebagai ‘salah satu tempat teraman di dunia’ itu mendapat banyak kecaman usia kabar kematian Warmbier tersiar. Pasalnya, Warmbier harus dievakuasi secara medis ketika dipulangkan dalam keadaan koma.
Warmbier dihukum 15 tahun penjara dan kerja paksa di Korut karena dituding mencuri spanduk propaganda rezim Kim Jong-un. Namun, setelah 17 bulan dipenjara, dia dibebaskan dan dipulangkan kembali ke AS, atas dasar kemanusiaan.
Hal tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan Warmbier yang buruk. Dia dipulangkan dalam keadaan koma.
Dokter yang memeriksa Warmbier setelah dia tiba di AS menyebut, mahasiswa itu mengalami kerusakan otak parah dan tidak responsif terhadap pengobatan. Enam hari kemudian, dia meninggal di kampung halamannya di Cincinnati, Ohio.
Pihak Korut menyebut Warmbier koma tidak lama setelah mendengar vonis hukumannya tahun lalu. Mereka mengatakan Warmbier terjangkit botulisme dan dirawat menggunakan obat tidur.
Namun tes yang dilakukan rumah sakit di AS tidak menemukan adanya infeksi botulisme pada Warmbier dan dokter mengatakan mahasiswa University of Virginia itu kehilangan jaringan otak dalam jumlah besar.
Dokter menyebut kerusakan dan hilangnya jaringan otak Warmbier kemungkinan besar disebabkan serangan kardiopulmonari yang memotong suplai darah ke otak.
Atas kematian Warmbier, presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut rezim Kim Jong-un “brutal”.
Adapun Presiden Korea Selatan Moon Jae-In telah mengirimkan ucapan belasungkawa kepada keluarga Warmbier. “Sangat menyedihkan bahwa Korea Utara tidak menghormati hak asasi manusia," kata Moon, menurut juru bicaranya Park Soo-Hyun, dikutip AFP.