Walau demikian, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi justru berkata sebaliknya. "Menghancurkan menara al-Hadba dan Masjid al-Nuri adalah bentuk pengakuan kekalahan secara resmi," ujarnya melalui komentar singkat di situs web, Kamis (22/6).
Dari masjid zaman pertengahan inilah pemimpin kelompok teror itu, Abu Bakar al-Baghdadi, mendeklarasikan kekhalifahan gadungan yang membentang di wilayah Suriah dan Irak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Mosul berhasil direbut, maka separuh khalifah Baghdadi yang ada di Iraq bisa dikatakan resmi runtuh, walau ISIS masih mempunyai wilayah di bagian barat dan selatan kota tersebut.
Nama masjid tersebut diambil dari Nuruddin al-Zanki, bangsawan dari wilayah feodal di masa lalu yang meliputi Turki, Suriah dan Irak, yang berperang melawan para tentara salib. Masjid itu dibangun pada 1172-73, tak lama sebelum kematiannya, dan menaungi sebuah pesantren.
Masjid tersebut dibangun dengan tujuh lapis bata dekoratif dalam pola geometris rumit yang juga ditemukan di Persia dan Asia Tengah.
Abu Bakar al-Baghdadi mendeklarasikan kekhalifahannya di Masjid al-Nuri. REUTERS/Social Media Website via Reuters TV) |
Baghdadi mendeklarasikan dirinya sendiri sebagai kalif atau pemimpin semua Muslim dari podium masjid bersejarah itu pada 4 Juli 2014, setelah para pemberontak menguasai wilayah besar Suriah dan Irak.
Lihat juga:Iran Luncurkan Rudal ke Militan Suriah |
Kehancuran lokasi itu terjadi ketika unit Badan Kontra-Terorisme (CTS) elit Irak, yang selama ini bertempur menembus Mosul, sudah berjarak 50 meter dari masjid, kata pernyataan militer Irak.
Seorang juru bicara militer Irak menyebut ledakan itu terjadi tepatnya pada 9.35 waktu setempat.
"Ini adalah kejahatan terhadap warga Mosul dan seluruh Irak, dan merupakan bukti mengapa organisasi brutal ini harus dihancurkan," kata Mayor Jenderal Martin dari militer AS.
Abu Bakar al-Baghdadi mendeklarasikan kekhalifahannya di Masjid al-Nuri. REUTERS/Social Media Website via Reuters TV)