Patroli bersama itu bertujuan untuk memperkuat keamanan perbatasan dan meningkatkan interoperabilitas, kata juru bicara militer Mayor Ezra Balagtey dalam pernyataan pers yang dikutip Reuters, Minggu (2/7). Kapal perang kedua negara akan berlayar dari Davao, Kamis ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 300 militan dari kelompok yang disebut Maute itu, 82 anggota pasukan keamanan Filipina dan 44 warga sipil tewas dalam pertempuran di kota tersebut.
Patroli terkoordinasi ini adalah yang ketiga kalinya dalam sebulan ini, seiring peningkatan serangan dari bajak laut dan militan terhadap kapal-kapal komersial.
Filipina dibantu oleh Amerika Serikat untuk berpatroli di perairan selatan, Sabtu lalu. Dua minggu lalu, Indonesia, Malaysia dan Filipina berpatroli bersama di perbatasan Laut Sulawesi dan Sulu.
Patroli terbaru ini akan berakhir pekan depan di Manado, Sulawesi.