"Tiga tahun setelah meninggalkan CIA pada 2007, Jerry Chun Shing Lee menerima uang dari perwira intelijen Cjhina dengan imbalan informasi terkait pertahanan nasional Amerika Serikat," kata Departemen Kehakiman, Selasa (8/5).
Lee, 53 tahun, warga AS dari naturalisasi yang saat itu tinggal di Hong kong, menerima permintaan informasi dari agen intelijen China dan menyembunyikan uang tunai dari pembayaran yang diterimanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah wawancara dengan agen FBI pada 2012, Lee, yang bergabung dengan CIA selama 14 tahun mengaku menyiapkan dokumen-dokumen rahasia untuk agen-agen China.
Tapi baru enam tahun setelahnya dia ditangkap.
Pada Selasa (8/5), dia didakwa dengan tuduhan konspirasi untuk mengumpulkan atau memberikan informasi pertahanan nasional bagi pemerintah asing. Dua dakwaan lagi tentang menahan dokumen terkait pertahanan nasional Amerika Serikat.
Tidak disebutkan mengapa perlu waktu lama untuk menuntut Lee. Tidak juga dirinci materi atau dokumen apa yang diberikan dia kepada agen-agen China.
Kasus tersebut mencuat di tengah kekhawatiran di kalangan komunitas intelijen AS bahwa Beijing mampu melumpuhkan operasi mereka di China.
Tahun lalu, New York Times melaporkan bahwa mulai tahun 2010 hingga akhir tahun 2012, China membunuh sedikitnya puluhan sumber CIA di dalam China dan menjebloskan lebih dari enam lainnya ke penjara.
Perburuan terhadap 'tikus' di badan itu berujung pada satu orang. Bekas agen operasional yang kini tinggal di suatu tempat di Asia, kata New York Times. Namun belum cukup bukti untuk menangkapnya. Meski begitu, menurut surat kabar Amerika Serikat, agen CIA lainnya menyalahkan kecerobohan dan bukan 'tikus' itu sebagai biang kegagalan operasi intelijen di China. (nat)