Logo Kursi Panas DKI 1

Anies: Pembangunan Ahok Fokus Benda Mati, Abaikan Manusia

Abi Sarwanto
Kamis, 15/12/2016 21:18 WIB
Anies: Pembangunan Ahok Fokus Benda Mati, Abaikan Manusia

Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengkritik model pembangunan yang diterapkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat. Menurutnya, Ahok-Djarot selama ini lebih fokus membangun infrastruktur atau benda mati.  

Anies pun mempertanyakan program Ahok-Djarot yang baru mewacanakan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) saat masa kampanye Pilkada 2017.

"Kritik pada Pak Basuki adalah kenapa baru sekarang bicara manusia? Bukankah seharusnya dari awal?" ujar Anies dalam acara debat kandidat Pilkada DKI yang diselenggarakan Kompas TV di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (15/12) malam.

Fokus pada pembangunan infrastruktur, menurut Anies, membuat pembangunan manusia di Jakarta terabaikan. Selain itu, Anies juga menilai pembangunan Jakarta selama masa kepemimpinan Ahok-Djarot tidak memberikan keadilan dari berbagai aspek.

Indikasinya, Anies menyebut kesenjangan dan ketimpangan ekonomi semakin melebar. Ia menyatakan tak akan mengikuti model pembangunan tersebut jika dirinya bersama Sandiaga Uno terpilih sebagai pemimpin Jakarta.

Anies berjanji akan mendahulukan pembangunan manusia. Sebab menurutnya, kemajuan kota akan percuma tanpa diikuti kebahagiaan warganya. 

"Di sini bedanya. Kami dari awal, kualitas kota ini akan ditentukan kualitas manusia," ujarnya.

Pembangunan manusia akan terfokus pada upaya menciptakan keadilan ekonomi bagi warga Jakarta. Sementara itu, Sandiaga menambahkan, pembangunan di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir tidak berpengaruh pada penciptaan lapangan pekerjaan serta harga-harga kebutuhan pokok.

Anies dan Sandi sendiri memang memiliki program untuk mengurangi pengangguran dengan penciptaan 200 ribu wirausaha baru. Selain itu, Anies-Sandi juga berjanji memangkas rantai distribusi yang menyebabkan harga kebutuhan pokok menjadi mahal. (Wishnugroho Akbar/Raja Eben Lumbanrau)

ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL LAINNYA
0 Komentar