Logo Kursi Panas DKI 1

Survei: Kinerja Ahok Dongkrak Elektabilitas yang Melorot

M Andika Putra
Kamis, 15/12/2016 21:23 WIB
Survei: Kinerja Ahok Dongkrak Elektabilitas yang Melorot

Jakarta, CNN Indonesia -- Tingkat keterpilihan Basuki Tjahaja Purnama sempat turun dengan adanya kasus penistaan agama. Namun berdasarkan jajak pendapat Lembaga Survei Indonesia (LSI), elektabilitasnya kembali naik.

Menurut Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi, kinerja Ahok, sapaan Basuki selama memimpin Jakarta berhasil mengembalikan elektabilitasnya.

Hasil survei LSI terakhir mencatat bahwa 26 persen responden pemilih Ahok mengakui kerja nyata calon gubernur petahana ini. Sementara 15 persen responden yang memilih Ahok, beralasan karena Ahok tegas dan berwibawa.

Responden lain menilai Ahok pintar (11 persen) dan berpengalaman (8 persen).

Menurut Kuskridho, posisi Ahok sebagai petahana memang diuntungkan dalam Pilkada DKI Jakarta. Apa yang sudah dikerjakannya selama ini jadi bukti nyata.

"Petahana itu punya keuntungan sendiri," kata Kuskridho di Jakarta dalam pemaparan hasil surveinya, Kamis (15/12).

Elektabilitas Ahok versi LSI saat ini adalah 32,9 persen, disusul Agus Yudhoyono 29,9 persen, dan Anies Baswedan 23,2 persen.

Elektabilitas Ahok ini naik 5,6 persen dari bulan lalu yang sebesar 27,3 persen. Sementara elektabilitas Agus justru turun dari semula 34,7 persen. Sementara elektabilitas Anies naik tipis 0,2 persen.
Tiga pasangan calon dalam punya waktu dua bulan lagi untuk terus mendulang dukungan melaui pengenalan program mereka ke masyarak.

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Partai Demokrat Imelda Sari mengaku tidak pesimistis dengan hasil survei ini. Imelda yakin Agus bisa terpilih lewat program yang sudah disosialisasikan, salah satunya adalah bantuan dana kepada masyarakat.

"Kalau mau meningkatkan ekonomi Jakarta yang saat ini berat, yaitu dengan program yang kami tawarkan. Menyangkut program bantuan sosial kepada masyarakat," kata Imelda.

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Tim Pemenangan Anies-Sandi Indra Piliang yakin calon yang ia dukung menang. Ia menilai bahwa survei bersifat anomali atau sulit ditebak.

"Kalau meliat ini saya optimistis pada pasangan Anies-Sandi. Karena tingkat irasional pemilih Jakarta kembali pada titik rasional," kata Indra.

Lebih lanjut, Kuskridho menjelaskan bahwa semua calon memiliki potensi saling mengungguli. Kenaikan elektabilitas survei tidak menjadi jaminan dan bisa terjadi persaingan yang kempetitif. (Suriyanto/Basuki Rahmat Nugroho)

ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL LAINNYA
0 Komentar