Logo Kursi Panas DKI 1

Ahok Sebut Anies Bangun Opini Yang Keliru Soal Jakarta

Puput Tripeni Juniman
Jumat, 16/12/2016 08:59 WIB
Ahok Sebut Anies Bangun Opini Yang Keliru Soal Jakarta Ahok mengatakan, Anies membangun opini publik yang keliru soal Jakarta, seperti data pengangguran. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)

Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat menyebut pesaingnya, Anies Baswedan-Sandiaga Uno membangun opini publik yang keliru soal data Jakarta.

"Jujur saja, kadang teman kita ini ambil data untuk bangun opini yang keliru. Jangan bangun opini menyesatkan," kata Ahok, sapaan Basuki, dalam talk show Kandidat Pemimpin Jakarta di Djakarta Theater, yang diselenggarakan Kompas TV, kemarin malam.

Ketika dikonfirmasi, Ahok menyebut data yang dikeluarkan Anies-Sandi dalam debat itu, tidak salah. Hanya saja, menurut Ahok, penyampaian data itu membangun opini yang buruk.

Petahana itu mencontohkan, data pengangguran Jakarta pada 2016, menurut Anies lebih tinggi dibandingkan nasional. Anies menyebut petahana itu gagal dalam menuntaskan pengangguran. Angka pengganguran Jakarta berada di 5,7 dan nasional 5,5.

Namun, Ahok beranggapan, Anies harusnya melihat data itu secara secara keseluruhan berdasarkan perkembangan yang telah tercapai. 

"Tapi dia lupa menyampaikan nasional itu 2014 nya 5,7 turun jadi 5,5. Sedangkan waktu kami masuk itu masih tinggi 2014, 8,4 atau 8,5. Lalu  turun jadi 5,7," tutur Ahok.

Menurut Ahok, perkembangan yang sudah dibuatnya dalam menurunkan pengangguran sangat tinggi dan tak bisa disebut gagal. Ahok juga membantah kritik Anies yang menyatakan Ahok-Djarot hanya fokus pada benda mati bukan pembangunan manusia.
Ahok berpendapat untuk mengukur pembangunan manusia mesti terukur menggunakan indeks pembangunan manusia (IPM). Indeks itu diketahui dari berapa lama menikmati pendidikan, usia harapan hidup, dan data beli.

Ahok menjelaskan IPM tertinggi di Indonesia adalah DKI Jakarta. IPM Ahok menuturkan IPM Jakarta sebesar 78.99. Angka itu hanya kurang 1,01 untuk mencapai batas terendah IPM negara maju yakni 80.

Ahok menilai cara penyampaian Anies itu bisa membuat banyak masyarakat salah berpikir. "Kan penyampaiannya, dosen kan ngomongnya juga enak. Mau enggak mau sebagai mahasiswanya saya mesti membantah. Pak dosen datanya bukan begitu bacanya, kasih progresnya," ujar Ahok. (rel/yul)

ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL LAINNYA
0 Komentar