Logo Kursi Panas DKI 1

Salat Jumat di Masjid Al Bakrie, Anies Bantah akan Temui Ical

Abi Sarwanto
Jumat, 17/02/2017 14:22 WIB
Salat Jumat di Masjid Al Bakrie, Anies Bantah akan Temui Ical Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Jakarta, CNN Indonesia -- Anies Baswedan menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Bakrie, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/2). Masjid itu diketahui berada di kawasan perkantoran Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie.

Mengenakan baju muslim putih dan peci hitam, Anies datang sesaat sebelum salat Jumat berlangsung.

Spekulasi muncul. Keputusan Anies menunaikan salat di masjid tersebut ditengarai lantaran motif politik untuk menemui sekaligus merangkul Aburizal Bakrie. Tetapi Anies membantah akan menemui Aburizal alias Ical selepas salat.

"Oh enggak (ketemu Aburizal). Saya salat Jumat di sini karena tim pemenangan saya ada yang tinggal di sini. Akhirnya kami ke sini," kata calon gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga itu, sebelum salat.

Usai salat Jumat, Anies tak memberi pernyataan kepada awak media. Namun berdasarkan informasi yang diterima, Anies akan melakukan agenda pertemuan internal.

Pada awal Februari lalu, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan pasangan calon nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, bertamu ke rumah Ical, Jumat malam (3/2). Namun mereka membantah membicarakan pilkada Jakarta.
Kala itu, Anies dan Sandi menyebut silaturahmi mereka berisi pembicaraan tentang kondisi perekonomian ibu kota.

"Bicaranya lebih banyak tentang upaya memajukan Jakarta. Isu lapangan pekerjaan dan perekonomian dunia yang berdampak pada Indonesia," ujar Anies.

Sementara, Sandiaga mengatakan, dalam pertemuan itu Ical sebagai mantan Ketua Kamar Dagang Indonesia memaparkan sejumlah pendapat tentang pertumbuhan ekonomi Jakarta yang disebutnya melambat.

"Beliau tokoh wirausaha, jadi juga memberikan masukan persoalan itu. Program yang kami usung kan penciptaan lapangan kerja," ujar Sandiaga.
Usai pemilihan suara dua hari lalu, pergerakan dan komunikasi antar petinggi partai maupun pasangan calon semakin intens untuk membangun koalisi di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Hanya saja, hingga kini baik kubu Anies-Sandi dan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat belum mengumumkan partai yang akan bergabung dalam koalisi di putaran kedua.

Seperti yang diketahui, Anies-Sandi diusung Partai Gerindra dan PKS, sedangkan, Ahok-Djarot diusung PDIP, Hanura, Golkar, NasDem, dan PPP Djan Faridz.

Dua kubu koalisi itu memperebutkan dukungan dari partai pengusung pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yakni Partai Demokrat, PAN, PKB, dan PPP yang bakal melimpahkan dukungan karena jagoan mereka hampir pasti tidak lolos putaran kedua.
(wis)

ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL LAINNYA
0 Komentar