Logo Kursi Panas DKI 1

Ide Anies Atasi Banjir Sudah Lama Diterapkan Ahok-Djarot

Filani Olyvia
Jumat, 17/02/2017 16:45 WIB
Ide Anies Atasi Banjir Sudah Lama Diterapkan Ahok-Djarot Ahok-Djarot sudah menerapkan usulan Anies Baswedan soal pembuatan drainase vertikal dalam mengatasi banjir sejak satu tahun lalu. (REUTERS/Beawiharta)

Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, usulan calon gubernur nomor urut tiga, Anies Baswedan, mengenai pembuatan drainase vertikal dalam mengatasi banjir, sudah diterapkan sejak satu tahun lalu.  Djarot menjelaskan program drainase vertikal diimplementasikan dalam bentuk pembuatan lubang biopori dan sumur resapan.

"Kalau sumur resapan itu sudah dari dulu. Ditambah ruang terbuka baru. Kami bangun embung (penampung air), dan sekarang jumlahnya juga sudah banyak," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (17/2).

Djarot menjelaskan gerakan 'menabung air' yang sudah diimplementasikan sejak satu tahun lalu, membutuhkan proses pembuatan yang tidak sebentar. Sama halnya dengan pengerjaan proyek normalisasi.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Teguh Hendrawan. Ia menjelaskan, selama ini Pemprov DKI sudah membangun lubang biopori dan sumur resapan.

"Bahkan kami bikin perizinan yang mengharuskan penghuni Jakarta membuat sumur resapan, termasuk di sekolah-sekolah,” ujar Teguh saat dihubungi.

Namun masalahnya, lanjut Teguh, tidak semua wilayah bisa dibuatkan sumur resapan. Kondisi dan jenis tanah harus diperhatikan. Misalnya, ia mencontohkan, beberapa daerah di Jakarta Utara. "Karena tanahnya tanah lempung, air tidak bisa diserap. Jadi, tidak kami buat,” jelasnya.

Sebelumnya Anies Baswedan sempat menyindir calon petahana karena Jakarta belum sepenuhnya bebas dari banjir. Ia menuturkan, persoalan banjir yang terjadi setiap kali musim hujan datang merupakan bagian dari pengelolaan air di Jakarta yang masih belum terselesaikan.
"Pada akhirnya pengelolaan air harus menggunakan vertikal drainase, bukan horizontal drainase. Artinya, dialirkan ke laut saja belum cukup," terangnya.

Selain itu, Anies memaparkan aliran air yang jatuh dari hujan harus masuk ke dalam tanah. Hal ini bertujuan agar Jakarta memiliki cadangan air tanah. Dengan konsep pengelolaan air seperti itu, ia meyakini banjir Jakarta akan tertanggulangi. (yul)

ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL LAINNYA
0 Komentar