Logo Kursi Panas DKI 1

Guyon Ahok-Djarot Di Meja Makan PBNU

Tiara Sutari & Sisilia Claudea
Senin, 10/04/2017 23:36 WIB
Guyon Ahok-Djarot Di Meja Makan PBNU Pertemuan Ahok dan PBNU bersuasana santai dan dipenuhi guyonan. (Dok. Tim Media Ahok)

Jakarta, CNN Indonesia -- Suasana di dalam ruangan di salah satu gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta Pusat, tampak riuh. 


Calon Gubernur DKI Jakarta Nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama, tampak santai menikmati nasi kebuli yang disediakan PBNU untuk menyambut kedatangannya. 

Sementara pria yang disapa Ahok itu lahap menyantap, 10 orang lain yang ikut duduk bersamanya justru asik tertawa menanggapi guyonan Ketua PBNU Said Aqil dan beberapa rekan sejawatnya. 

Guyonan di meja makan itu tidak hanya berkutat pada satu soal. Sesekali bahkan kesebelas orang itu membahas pertemuan wakil Ahok, Djarot Saiful Hidayat, dengan Djan Faridz di Mekkah saat keduanya menjalankan ibadah Umrah. 
"Saya ketemu Pak Djarot pas lagi mengelilingi Kabah, saya sapa dia tapi ga berani nyapa yang disebelahnya, takut salah, wong saya kira istri muda, masih sangat muda istrinya Pak Djarot ini," kata Djan Faridz, dibalas oleh gelak tawa seisi ruangan. 

Bukan hanya membahas istri Djarot, Happy Farida, yang awet muda, mereka juga berbincang soal ceramah Said Aqil yang akan disampaikan di hadapan ribuan umat muslim di Shanghai.

Saat mendengar percakapan itu, tak pelak Ahok yang masih lahap menikmati makanannya pun berkomentar. 

"Nanti kalau Pilkada sudah selesai kita (Ahok-Djarot) ikut ke sana (Shanghai) biar saya belajar Al-Fatihah lancar," kata Ahok tampak serius. Ahok
Omongannya itu pun ditanggapi oleh Sekretaris Jendral PBNU Helmy Faishal Zaini. Dia menanggapi keinginan Ahok itu dengan menyuruhnya membacakan dua kalimat syahadat alih-alih belajar Al-Fatihah. 

"Al-Fatihah kepanjangan, antum saya ajari dua kalimat syahadat dulu," kata Helmy. 
Pertemuan Ahok-Djarot dan PBNU dipenuhi gelak tawa.Pertemuan Ahok-Djarot dan PBNU dipenuhi gelak tawa. (CNN Indonesia/Sisilia Claudea Novitasari)
Ahok yang mendengar ucapan itu mengaku sudah hafal Syahadat sejak duduk di sekolah menengah pertama. 

"Kalau syahadat sudah hafal dari SMP, sampai sini gue gak ikut-ikutan, entar dilaporin lagi," kata Ahok, mengundang tawa. 
Pertemuan tersebut juga nyatanya tidak hanya berisi guyonan. Meski pun tampak santai tapi mereka turut membahas Pilkada yang saat ini dipenuhi isu-isu SARA.

Said Aqil bahkan mengatakan, agama dan politik harusnya tidak dicampur aduk karena konteks keduanya memang berbeda. 

"Beda, jangan disatukan, bahkan Salat Jumat saja tidak boleh ada niatan politiknya, nanti nilainya zero," kata Said  Aqil. 

Kesebelas orang itu juga menyatakan akan segera melakukan peresmian Masjid Kiai Hasyim Azhari di kawasan Jakarta Barat. Masjid tersebut juga nantinya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. 
Mereka juga menyatakan keinginan untuk segera membangun Masjid di kawasan makam Mbah Priok yang berada di Jakarta Utara. 

"Nanti ya kita bikin groundbreaking pembangunan Masjid dulu di makam Mbah Priok," kata Ahok.

Dalam pertemuan itu juga Said Aqil berpesan agar, jika Ahok dan Djarot kembali terpilih sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, keduanya bisa menciptakan kebijakan yang adil dan tidak memandang agama maupun suku. 

"Semua ya, warga Jakarta harus dapat keadilan, mau yang muslim atau pun bukan tetap harus menikmati Jakarta dengan sama. Tidak dibedakan," Kata Said Aqil. 

(aal)

ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL LAINNYA
0 Komentar