"Target kami 20 September ini sudah selesai," ujar Letnan Agung dari Zikon 13 Lenteng Agung TNI AD, ditemui di lokasi situs Gunung Padang, Selasa (16/09).
Agung mengatakan lahan helipad akan ditempatkan sekitar 200 meter dari sisi barat teras kelima situs inti Gunung Padang dengan luas 10 x 30 meter. Proyek tersebut, lanjutnya, sudah dibangun sejak dua pekan lalu. Semua proses pembangunan dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami terpaksa membawa paving block secara bergantian setiap kali menuju lokasi proyek," ujarnya.
"Proyek ini tidak mengganggu situs inti," dia menegaskan.
Sebelumnya, TNI menjadi sorotan publik karena turut andil dalam penggalian di situs Gunung Padang. Sejumlah foto lapangan dari narasumber CNN Indonesia menunjukan belasan personel TNI membantu penggalian dengan menggunakan cangkul, yang dianggap berpotensi merusak situs.
Danny Hilman Natawidjaja, Wakil Ketua Bidang Geologi Tim Nasional Pelestarian dan Pengelolaan Situs Gunung Padang, mengatakan di Situs Gunung Padang beredarnya foto-foto pencangkulan situs yang dilakukan TNI terlalu berlebihan.
"Kami pastikan artefak yang ada di lokasi garapan sama sekali tidak terganggu oleh ekskavasi TNI," dia menegaskan.
Danny menjelaskan selain mendapatkan bantuan tenaga 100 warga sipil untuk melakukan penggalian, sebanyak 65 personel TNI AD juga diturunkan hasil instruksi langsung Presiden SBY.
"Alasannya kenapa? Tanya saja sama Presiden," dia menutup pembicaraan.