"CVR sinyal 'ping'nya sudah ditangkap. Posisi tidak jauh dari lokasi FDR yang sudah dievakuasi. Ditemukan atas kerja sama dari kapal-kapal di area. Ada KN Baruna Jaya, KN Jadayat, Kapal Java Prima," ujar Soelistyo di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Senin (12/1). Meski sudah ditemukan, namun tim penyelam belum dapat mengangkat alat rekaman pembicaraan di kokpit itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soelistyo mengatakan, proses pengangkatan CVR dari dasar laut direncanakan dilakukan, Selasa pagi (13/1) pukul 06.00 WIB. Pengangkatan CVR akan dilakukan dengan menggunakan peralatan bantu berupa lifting bag, seperti apa yang telah disampaikan Supriyadi.
Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 8501 rute Surabaya-Singapura diketahui hilang kontak sejak 28 Desember 2014. Pesawat yang baru terbang beberapa waktu tersebut membawa 162 penumpang termasuk pilot, awak kabin, dan teknisi.
Dua hari berselang, 30 Desember, Tim SAR yang dikomando oleh Basarnas menemukan serpihan pesawat dan sejumlah penumpang pesawat dalam keadaan meninggal. Pencarian dan evakuasi terus dilakukan hingga telah memasuki hari ke-16. (rdk/obs)