"Ditunda karena ada laporan dari Panglima TNI tentang kinerja lembaga ke DPR. Jadi bayangkan kalau saya dilantik sekarang bagaimana? Kemudian hari ini (7/7) Presiden akan ke Mabes TNI untuk berbuka puasa bersama dengan Panglima TNI di sana. Bayangkan kalau saya dilantik Senin, nanti ada dua (Panglima TNI). Bagaimana itu?" ujar Gatot di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gatot, seluruh prajurit berbintang tiga di TNI Angkatan Darat layak untuk menggantikannya sebagai KSAD, antara lain Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Panglima Kostrad, Komando Pembina Doktrin Pendidikan dan Latihan, Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan, Dewan Pertahanan Nasional, dan Inspektorat Jenderal dan Perbendaharaan TNI.
Soal usulan Wakil Panglima TNI yang diajukan Jenderal Moeldoko kepada Presiden Jokowi, Gatot belum membicarakannya lebih lanjut. Dia yakin Presiden akan mengevaluasi usulan tersebut, dan sebagai KSAD ia tidak berwenang untuk ikut campur.
Sementara terkait tindakan prajurit yang melanggar peraturan, Gatot menyatakan tidak akan mengenal kompromi, sebab seorang tentara harus disiplin. "Kalau dia punya kesalahan mencuri, orang sipil dihukum dua bulan, tentara harus lebih. Rakyat biasa bisa disiplin, kenapa tentara enggak?"
Sementara Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan Gatot akan dilantik menjadi Panglima TNI bersamaan dengan pelantikan Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara. Istana mengupayakan agar keduanya dilantik pekan ini juga. Saat ini jadwal Presiden sedang disesuaikan agar dapat secepatnya melantik mereka. (meg/agk)