Direktur Tanggap Darurat BNPB Junjungan Tambunan mengatakan bencana kekeringan telah berdampak kepada delapan provinsi di Indonesia, seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Gorontalo dan Sulawesi Tenggara. (Baca Juga: Musim Kemarau Akan Berlangsung Panjang Tahun Ini)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan akibat bencana kekeringan, krisis air sudah terjadi di pulau Jawa dan Nusa Tenggara.
"Saat ini lahan pertanian yang terkena dampak kekeringan di berbagai daerah di Jawa Timur seluas 20.978 hektare dan puso 788,8 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Wibowo Eko Putro kepada Detik.com, Senin (27/7).
Selain pertanian, ancaman kekeringan dan krisis air juga melanda warga di DIY Yogyakarta. Sebanyak 384 dusun di DIY terancam krisis air bersih.
"Dari ratusan dusun tersebut paling banyak yang mengalami krisis air bersih ada di Kabupaten Gunung Kidul. Lalu, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul dan Yogyakarta," kata Komandan Tim Reaksi Cepat Tanggap BPBD DIY, Pristiawan Buntoro. (utd)