Harapannya dengan menyebarkan paku di jalan, para oknum tersebut bias mendapatkan pemasukan dari hasil menambal ban yang “sengaja” bocor. Tapi apa mungkin pengguna kendaraan bermotorakan terus dihantui oleh oknum seperti itu? Ranjau paku, masih mengalirkah kebaikan? Miris melihat banyak sekali korban dari perilaku oknum bengkel yang tidak bertanggung jawabini, sejak tahun 2011 Abdul Rohim mengalirkan kebaikan yang takkenal pamrih. Ia bersama beberapa rekannya dengan sukarela membersihkan paku-paku jalanan yang sengaja disebar.
“Saya sangat prihatin karena pernah lihat keluarga yang menjadi korban pelaku ranjau dan akhirnya tergerak untuk melakukan sesuatu untuk meminimalisir korban para penyebarpaku di jalan,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tetapi untungnya entah bagaimana, jalan kami selalu dimudahkan dan kami masih bisa terus menjalani kegiatan bersih-bersih ini sampai sekarang,” tuturnya.
Usahanya pun tidak sia-sia, kini Rohim mengalirkan kebaikan bersama dengan Komunitas Saber.Komunitas Saber (Sapu Bersih Ranjau) adalah komunitas yang setia menyisir jalanan ibu kota dari ranjau paku yang dapat membahayakan para pengendara. Keberadaan komunitasini pun memberimanfaat yang luar biasa bagi masyarakat Jakarta.
Menurut Rohim, kebaikan itu bisa apa saja dan salah satunya membuat orang merasa nyaman dan aman ketika sedang bepergian di jalan.
“#Aku Akan tak henti membersihkan karena kebaikan tidak akan sia-sia, Bagaikan Air,” tutupnya.
Ingin lihat lebih banyak lagi cerita kebaikan yang mengalir bagaikan air, silahkan klik disini.