Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Tatang Sulaiman menuturkan kecelakaan terjadi karena salah satu kendaraan pengangkut berisikan pasukan dari Lanud 433/JS Kostrad berusaha menyalip kendaraan di depannya.
"Sementara informasi yang diterima, kecelakaan terjadi ketika akan melakukan latihan. Rencananya besok Panglima TNI akan meninjau langsung ke lokasi," ujar tanag kepada CNN Indonesia, Minggu (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bila sudah selesai semuanya, korban akan diserahkan kerumah duka masing-masing untuk disemayamkan. Prosesi pemakaman akan dilakukan oleh satuan teritorial atau komando daerah militer yang berada di tempat tinggal anggota yang meninggal," ujar Tatang.
"Pada pukul 10.00 WITA di daerah Padeha, kendaraan yang dikemudikan oleh Kapten Yustianto brusaha menyalip kendaraan yang barada di depannya yang dikemudikan oleh Letnan Satu Syarif. Saat menyalip kendaraan tersebut, terjadi kecelakaan yang menyebabkan mobil terbalik dan para penumpang masuk ke jurang," ujar Tatang.
Sementara itu, 16 korban yang mengalami kondisi luka-luka, di antaranya Kapten Yuskaryanto, Prajurit Satu (Pratu) Arnol, Kopral Dua (Kopda) Ridwan, Sersan Mayor (Serma) Rohani, Praka Efendi, Pratu Sainal, Praka Dedi, Praka Salam, Prajurit Dua (Prada) Abdul Aziz, Sersan Satu (Sertu) Asalaudi, Kopda Sulaiman, Kopral Kepala (Kopka) Risman, Praka Rismani, Sertu Hagani, Kopda Ruslin dan seorang supir dari kalangan sipil bernama Syaiful. (gir/gir)