Luhut didampingi sejumlah petinggi kementerian dan lembaga, antara lain Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso.
Usai menghadiri acara tersebut, Ryamizard mengatakan banyak hal dibahas dalam pertemuan itu. Dari mulai terorisme hingga pemberantasan tindak pidana narkotik.
"Di dalam kami membicarakan macam-macam hal," kata Ryamizard yang keluar lebih dulu dari pertemuan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lembaga yang dipegang Nikolai berstatus sebagai badan konsultasi bagi Presiden Rusia sebelum mengambil kebijakan yang berkaitan dengan keamanan dalam negeri.
Nikolai juga tercatat sebagai Direktur Dinas Keamanan Rusia (Federalnaya Sluzhba Bezopasnost). Organisasi tersebut adalah pengganti Komite Keamanan Negara Rusia (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti).
Tak Bahas Sukhoi
Saat dikonfirmasi, Ryamizard mengaku tidak membahas rencana pembelian pesawat tempur Sukhoi SU-35 dari pemerintah Rusia.
Ryamizard berkata, pembicaraan hal itu akan digelar secara khusus oleh kementeriannya. "Itu urusan saya nanti," ucapnya.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu mengatakan, Kementerian Pertahanan berencana membeli setidaknya delapan hingga sepuluh Sukhoi SU-35.
Menurutnya, Indonesia tidak akan membeli jet tempur itu dalam jumlah banyak. Ryamizard beralasan, jika kontrak jual-beli Sukhoi SU-35 selesai, teknologi pesawat tempur itu bisa saja tertinggal dari pesawat generasi terbaru lain.
"Sedikit-sedikit saja dulu lah. Begitu sudah selesai, nanti akan ada yang lebih baru lagi," katanya. (sur)