"Ketika sudah berada pada posisi tinggal landas (take off), artinya sudah jalan, sudah diizinkan untuk clear for take off sesuai dengan prosedur," ujarnya di Jakarta, Selasa (5/4).
Saat hendak meninggalkan landas pacu, kata Edward, pilot Batik Air melihat pesawat Transnusa sedang ditarik untuk dipindahkan. Edward berkata, pilot Batik Air itu pun sudah memprediksi senggolan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat insiden tersebut, sayap kiri pesawat Batik Air bernomor registrasi PK-LBS jenis Boeing 737-800 Next Generation itu menabrak ekor pesawat Transnusa dan menimbulkan percikan api.
Edward berkata, pihaknya melarikan tiga penumpang yang mengalami shock ke rumah sakit.
Sebanyak 33 penumpang sudah terbang sejak pagi tadi dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten. Enam penumpang lain memilih berangkatkan sore ini, sementara sepuluh lainnya membatalkan keberangkatan.
Edward memaparkan, saat ini pesawat Batik Air yang mengalami insiden itu telah diparkir di apron Bandara Halim Perdanakusuma. Manajeman Batik Air menantikan pemeriksaan eksternal dan internal sebelum menggelar perbaikan komponen pesawat. (abm)