“Dari pantauan radar TNI AU yang ada di Natuna dan Tanjung Pinang, jelas pesawat C-130 Hercules TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia) 30-12 itu telah memasuki wilayah udara Indonesia dan diidentifikasi sebagai pesawat asing yang tidak mengantongi izin melintas di wilayah udara RI,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AI, Marsekal Pertama Wieko Syofyan di Jakarta, seperti dilansir Antara.
Kedua pesawat Malaysia itu kemudian dihalau sepasang jet tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU. “Pengusiran terpaksa dilakukan karena pesawat Hercules TUDM melintas tanpa izin,” ujar Wieko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, pesawat Malaysia yang terbang untuk maksud tersebut mestinya tidak memerlukan clearance atau izin dari Indonesia. Masalahnya, ujar Wieko, Indonesia dan Malaysia hingga kini belum menyepakati batas-batas wilayah udara untuk lintas penerbangan dan manuver pesawat udara.
Wieko menegaskan, sudah saatnya Indonesia dan Malaysia duduk bersama untuk membahas koridor batas-batas wilayah udara yang diperbolehkan bagi pesawat kedua negara melintas di atas Natuna.
[Gambas:Video CNN]
Dua pesawat tempur Malaysia yang melintas di Natuna pekan lalu, lepas landas dari Royal Malaysian Air Force Subang, Shah Alam, Selangor, untuk misi pelatihan.
Kemarin, Menhan Ryamizard menyatakan telah berbincang secara langsung dengan Menhan Malaysia Hishammuddin. Ia juga meminta TNI AU dan Angkatan Laut memperkuat koordinasi dengan negara-negara tetangga.
Baca juga:Ramai Penyusup di Angkasa Garuda |