Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menceritakan kronologi musibah tersebut dalam keterangan tertulisnya kepada media.
Sutopo mengatakan, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WITA, saat warga setempat melakukan upacara keagamaan di Pura Bakung Ceningan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum runtuh sudah goyang-goyang kemudian ambruk," kata Sutopo.
Robohnya jembatan, kata Sutopo, diduga akibat kelebihan beban karena banyaknya masyarakat yang melintas di atas jembatan.
"Sehingga seling jembatan putus dan jatuh ke laut. Selain itu, beberapa kali jembatan juga pernah rusak dan sudah mendapat perbaikan," ujarnya.
Sejumlah warga yang ada di lokasi sebenarnya langsung berusaha menyelamatkan korban. Namun pertolongan terhadap korban yang jatuh ke laut tidak maksimal karena lokasi di kepulauan membuat medan jadi cukup sulit.
BNPB merilis, sebanyak delapan orang tewas akibat musibah tersebut. Sementara dari data terbaru yang diperoleh Antara, sebanyak 34 orang lain mengalami luka-luka, dan sedikitnya 17 motor ikut tercebur ke laut.
Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali yang diterima dari Puskesmas Nusa Penida dan Puskesmas Pembantu Ceningan, dari sembilan korban tewas itu, sebanyak delapan korban sudah berhasil diidentifikasi. Mereka adalah:
1. I Wayan Sutamat, 49 tahun, asal Jungut Batu.
2. Putu Ardiana, 45 tahun, Lembongan.
3. Ni Wayan Merni, 55 tahun, Jungut Batu.
4. I Putu Surya, 3 tahun, Jungut Batu,
5. I Gede Senan, 40 tahun, Kutampi Np.
6. Ni Wayan Sumarti, 56 tahun, Dusun Klatak.
7. Ni Putu Krisna Dewi, 9 tahun.
8. Ni Kadek Mustina, 6 tahun.
Sutopo mengatakan evakuasi belum dapat menjangkau pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan. Namun, Kapal Basarnas rencananya tiba pagi ini pukul 06.00 WITA untuk membantu evakuasi.
Jembatan Kuning yang menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, dua pulau di selatan Bali, beberapa bulan sebelum ambruk. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi) |
Jembatan itu memiliki panjang 150 meter dengan lebar 1,5 meter. Anak-anak muda setempat menyebut jembatan yang terbuat dari besi dan kayu itu sebagai jembatan cinta. (wis/agk)
Jembatan Kuning yang menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, dua pulau di selatan Bali, beberapa bulan sebelum ambruk. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)