Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan Kemhan Brigadir Jenderal Jan Pieter Ate menuturkan, merujuk pameran pada tahun-tahun sebelumnya, Indo Defence akan menjadi wadah kerja sama antara pelaku industri penghasil alutsista.
“Nanti akan ada sejumlah perjanjian antara perusahaan dalam dan luar negeri yang ditandatangani,” kata Jan kepada CNNIndonesia.com kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Semua itu difasilitasi Kementerian Pertahanan dan kontribusi dari Indo Defence,” kata Jan.
Secara khusus, Kemhan berharap Indo Defence dapat menjadi ajang pembuktian Indonesia dalam penguasaan teknologi persenjataan.
Pakar pertahanan Centre for Strategic and International Studies Kusnanto Anggoro mengatakan, pemerintah harus memanfaatkan Indo Defence sebagai momentum diplomasi pertahanan. Menurutnya, fokus pemerintah sepatutnya tertuju pada alih teknologi.
“Kenyataannya, transfer teknologi tidak mudah. Tapi paling tidak, industri dalam negeri punya pilihan dan peluang yang lebih banyak dari Indo Defence,” katanya.
Kusnanto mengatakan, Indo Defence masuk dalam daftar ajang pameran alutsista besar di tingkat internasional. Sejumlah negara, termasuk Singapura, juga secara konsisten menggelar festival serupa.