"Sudah selesai, tinggal harganya saja," kata Ryamizard saat ditemui di pameran industri pertahanan Indo Defence 2016 Expo & Forum di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/11).
Ryamizard mengatakan, proses pembelian Sukhoi tidak berjalan alot. Ia mengklaim, selama ini proses tawar-menawar pembelian delapan Sukhoi antara pemerintah Indonesia dengan Rusia masih terus berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam empat tahun terakhir, belanja pertahanan Indonesia meningkat 77 persen menjadi Rp108,7 triliun. Di sisi lain, Kemhan juga telah menandatangani kontrak pembelian 24 jet tempur F-16 dari perusahaan asal Amerika Serikat Lockheed Martin.
"(Sukhoi) sudah hampir (jadi). Yang lain sudah ketemu harganya. Saya mau harganya. Kalau enggak tahu harga, bisa jadi menggelembung karena kami enggak ngerti," ujar Ryamizard.
Indonesia membeli pesawat F-5 dari Amerika Serikat pada akhir dekade 1970-an. Indonesia membeli 16 unit pesawat tempur yang dilengkapi dengan rudal air to air AIM-9P2 Sidewinder yang disebut salah satu rudal perang udara yang paling canggih kala itu.
"F-5 itu usianya sudah hampir 40 tahun. Enggak usah dipakai perang nanti juga jatuh sendiri," kata Ryamizard.