Menurut Gatot, konflik di sejumlah negara Timur Tengah akan bergeser ke Asia Tenggara. Pertikaian yang dipicu persoalan dalam negeri itu umumnya berawal dari perang saudara.
"Di negara-negara yang hancur, semuanya dari dalam. Makanya, kita semua harus waspada, jangan mudah diadu domba," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di wilayah yang hanya berjarak 475 kilometer dari Blok Masela, pulau terluar Indonesia, AS menempatkan 2.500 tentara.
Kesepakatan multilateral antara Inggris, Australia, Selandia Baru, Malaysia, dan Singapura yang tergabung dalam Five Power Defence Arrangements (FPDA) juga masuk daftar ancaman Indonesia versi Gatot.
Kelima negara itu secara rutin menggelar latihan militer bersama yang melibatkan sekitar 3.000 tentara dan armada perang.
Lebih dari itu, Gatot menyebut ancaman dari WNI yang kembali dari markas kelompok teror internasional, peredaran narkotik global, serta persaingan ekonomi berbasis sumber daya alam sebagai hal-hal yang akan berdampak pada pertahanan Indonesia.
"Kewajiban saya sebagai Panglima TNI, dengan perangkat yang ada, untuk menganalisa. Hasilnya, saya tidak curiga, tetapi patut waspada," ujar Gatot.
Kemarin, Jokowi secara khusus menyatakan belum akan mengganti Panglima TNI. Menurutnya, selama ini Gatot menunjukkan kerja positif.
"Beliau telah bekerja pagi, siang, dan malam dengan baik," ujarnya.
Saat ini, Gatot berusia 56 tahun. Merujuk UU 34/2004, Gatot baru akan memasuki usia pensiun pada umur 58 tahun, sekitar Maret 2018.