Menurut Retno, kerja sama ini merupakan komitmen Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dalam pertemuan bilateral hari ini.
"Presiden dan Perdana Menteri (Belanda) sepakat, kami akan bekerja sama agar peristiwa-peristiwa kehilangan atau pencurian artefak-artefak barang peninggalan sejarah itu dapat dikurangi atau dihentikan," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan lupa Indonesia ini adalah negara yang sering menjadi korban hilangnya barang-barang artefak peninggalan sejarah," tuturnya.
"Iya dong. kapal kapal perang kan. Jadi kalau TNI terlibat sudah pasti Menhan Indonesia terlibat," kata Ryamizard.
Sebelumnya, tim penyelam internasional menelusuri bangkai kapal perang Belanda, Inggris, dan Amerika mempersiapkan peringatan ke-75 tahun, sejak tenggelam pada 1942.
Namun, mereka mendapati bangkai kapal tersebut sudah tidak ada di posisinya lagi. Beberapa diantaranya hilang total, ada juga yang bersisa bongkahan.
Keberadaan bangkai kapal perang ini sebelumnya muncul pada 2002. Ketika itu seorang penyelam amatir mengungkap adanya sejumlah bangkai kapal di Laut Jawa. (pmg/pmg)