Massa pedemo terdiri dari warga Kendeng bersama Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) menuntut agar Ganjar segera menutup pabrik karena izin lingkungan pabrik semen di Rembang telah dicabut lewat putusan Mahkamah Agung pada 5 Oktober lalu.
"Kami kesini ingin bertemu pak Ganjar. Kami ingin tahu sikap dan ketegasannya, kok malah jadi mencla-mencle,” kata salah satu Koordinator JMPPK Gunretno saat berorasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Gunretno, perwakilan masyarakat juga mencibir Ganjar dalam sikapnya yang cenderung berpihak pada pabrik Semen. Terlebih, Ganjar sempat berkelit mempertanyakan aksi penolakan yang baru dilakukan mulai tahun 2014, sedangkan izin lingkungan keluar tahun 2012.
"Kami tidak tahu jalan pikirannya pak Ganjar. Kami ada kok dokumen aksi 2012 lalu, meski belum besar seperti sekarang. Sudahlah pak Ganjar, jangam berkelit terus. Bapak ini ada apa dengan Semen Indonesia", ujar Joko Prianto kepada CNNIndonesia.com.