logo CNN Indonesia

Tolak Ojek Online, Angkot di Bogor Dua Hari Mogok Beroperasi

, CNN Indonesia
Tolak Ojek Online, Angkot di Bogor Dua Hari Mogok Beroperasi Pengemudi angkutan kota di Bogor masih mogok beroperasi karena menolak keberadaan ojek online. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkutan kota di Kota Bogor mogok beroperasi. Akibatnya terjadi penumpukan penumpang. Kepolisian turun tangan dengan mengerahkan mobil operasional mengangkut penumpang yang terlantar.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota, Komisari Bramastyo Priaji mengatakan, Selasa (21/3) pagi, beberapa angkot masih terlihat melayani penumpang.Namun jelang siang, sulit ditemui angkutan umum tersebut.

"Pagi tadi angkot masih terlihat beroperasi, saat ini angkot yang beroperasi di pusat kota sepi dari biasanya," kata Bramastyo seperti diberitakan Antara.

Kepolisian menurutnya telah mengerahkan sejumlah unit mobil Dalmas dan Rangger untuk mengangkut pelajar. Polisi mengutamakan mengangkut pelajar dan karyawan yang hendak bekerja.
Karena tak ada angkot yang beroperasi, kondisi lalu lintas di Bogor saat ini terpantau lancar. Namun di sejumlah titik terdapat penumpukan penumpang.

Gaisha (30) warga Ciomas mengatakan, di wilayahnya masih belum ada angkot yang beroperasi begitu pula dengan transportasi online.

Gaisha terpaksa menggunakan ojek pangkalan untuk menuju tempatnya beraktivitas.

Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, truk Satuan Polisi Pamong Praja dan bus Perusahaan Daerah Jasa Transportasi dikerahkan untuk mengangkut penumpang.

"Kami juga truk dari Polres dan Kodim untuk mengakomodir warga," kata Bima.
Aksi mogok sopir angkot ini berlangsung sejak kemarin. Aksi digelar sebagai bentuk protes pada keberadaan transportasi online. Para sopir menilai keberadaan transportasi online telah merugikan mereka karena penumpang angkot berkurang.

Kemarin sempat terjadi kericuhan karena ada kabar seorang pengemudi ojek online ditabrak angkot. Para pengemudi ojek online sempat berkumpul di satu titik sebelum dibubarkan oleh kepolisian.

Pengemudi ojek tersebut ternyata mengalami kecelakaan biasa, bukan ditabrak angkot.

Rencananya hari ini Pemkot Bogor bersama kepolisian akan memdiasi perwakilan transportasi online dan, Organda, dan sopir angkot.

Bima juga mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan sejumlah pengemudi ojek online dan melakukan mediasi. Terkait penabrakan, aparat kepolisian sudah melakukan langkah penyelidikan. (sur/yul)

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video