Tahanan yang ditembak tersebut adalah Dede Syahputra alias Tarso, yang diringkus petugas gabungan dari Unit Reskrim dan Narkoba di rumah persembunyiannya di kilometer 20 Binjai.
Tersangka Tarso dilumpuhkan petugas di bagian kaki dengan timah panas karena berusaha kabur dan melawan petugas saat hendak ditangkap. Tarso lantas dibawa ke Rumah Sakit Umum Dr Djoelham Binjai untuk mendapatkan perawatan medis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sembilan orang lainnya saat ini masih terus dalam pengejaran petugas dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi juga telah menyebarluaskan wajah para tahanan yang kabur untuk memudahkan publik mengidentifikasi mereka.
"Petugas hingga sekarang ini masih terus memburu kesembilan tahanan yang masih kabur itu bekerjasama dengan Polda Sumatera Utara dan Brimob Detasemen A Binjai," katanya.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto menjelaskan, jumlah tahanan kabur tersebut berarti separuh dari total 36 tahanan.
“Kabur dengan melubangi dinding kamar mandi sel tempat di atas toilet, dengan menggunakan grandel pintu sel yang terlebih dahulu dilepas oleh para tahanan yang kabur,” ujar Rikwanto dalam keterangan tertulis, Minggu (14/5).