"Kami gunakan 27 CCTV untuk memantau pergerakan di terminal," kata kepada CNNIndonesia.com di kantornya kemarin.
Jumlah 27 CCTV tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya berjumlah 8 CCTV. Revi mengatakan, penggunaan CCTV agar pihaknya tidak ketinggalan sedetik pun perkembangan aktivitas mudik sepertijumlah pemudik dan ketepatan jadwal keberangkatan bus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posko keamanan berguna untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminal dan menjaga ketertiban. Pengelola terminal akan mendapat bantuan personel dari beberapa instansi untuk mendayagunakan posko tersebut.
Sedangkan posko kesehatan umum diperuntukkan kepada semua kalangan dan posko pengecekan kondisi kelayakan bus khusus untuk memeriksa kondisi bus sebelum berangkat.
Ada beberapa fasilitas lain yang disediakan Revi untuk menunjang aktivitas mudik lebaran. Khusus tahun ini, Terminal Kalideres menyiapkan ruang tunggu penumpang yang lebih luas dan nyaman serta mesin ATM Bank DKI.
"Kami juga sediakan dispenser air agar ibu-ibu yang mau bikin susu buat anaknya jadi lebih gampang," ujarnya.
Menurutnya, pada hari biasa jumlah bus yang beroperasi sebanyak 140 bus. Maka bus yang akan mengantar pemudik dari Terminal Kalideres pada tahun ini diperkirakan mencapai 420 bus. Namun, dari segi jumlah pemudik, Revi memprediksi akan ada penurunan.
Pada tahun lalu jumlah pemudik dari Terminal Kalideres mencapai sekitar 28 ribu orang. Tahun ini Revi meyakini akan berkurang.
Penurunan itu, menurutnya, karena banyak masyarakat beralih ke moda transportasi lain.
"Pemudik ke daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur makin banyak yang naik kereta dan mobil pribadi. Tetapi turunnya tidak terlalu jauh," kata Revi.