"Kalau kami cermati, presiden dengan sangat enteng menyatakan; gebuk saja mereka yang tidak sesuai dengan Pancasila. Sementara siapa yang dianggap sesuai dan tidak sesuai dengan Pancasila, siapa yang dianggap toleran dan intoleran itu kan tidak dinyatakan dengan jelas," ujar Koordinator KontraS Yati Andriyani di kantor KontraS, di kawasan Senen, Jakarta Pusat, kemarin (15/6).
Lihat juga:Jokowi Kembali Curhat Soal 'Gebuk PKI' |
"Ucapan itu kan bisa dimultitafsirkan oleh beberapa pihak. Sehingga bisa menyebabkan tindakan main hakim sendiri. Hal seperti ini yang menjadi catatan kami, bahwa pemerintah pun punya potensi sebagai aktor yang membuat persekusi terus berjalan dan terjadi," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Makna di Balik Frasa 'Gebuk PKI' Jokowi |
"Ada kepanikan dalam diri presiden. Tiba-tiba bilang 'gebuk' seperti itu, sudah kayak orde baru saja," ucapnya.
Yati berharap pemerintah dalam hal ini presiden dan para menterinya, harus lebih hati-hati dalam menggunakan bahasa maupun kalimat yang tafsirnya berpotensi memprovokasi.