"Korban ada delapan, sudah terevakuasi semua," kata Koordinator Humas Basarnas Jawa Tengah Zulhawari kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Senin (3/7).
Zulhawari mengatakan delapan korban tersebut merupakan personel Basarnas yang terdiri dari pilot dan kru helikopter. Ia memastikan tidak ada penumpang lain selain personel Basarnas saat helikopter jatuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh korban tersebut akan di bawa ke RS Bhayangkara, Semarang. Berdasarkan pantauan koresponden CNNIndonesia.com, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono yang datang ke posko penyelamatan memastikan seluruh korban kecelakaan tersebut akan dibawa ke RS Bhayangkara, Semarang untuk diidentifikasi.
Sementara itu Laksamana 1 Penerbal Manahan Simorangkir mengatakan pilot dari helikopter nahas itu adalah anggota TNI yang tengah ditugaskan di bawah kendali operasi Basarnas.
Sebelumnya, helikopter diduga jatuh di area perbukitan Gunung Butak, Desa Canggal Bulu, Candiroto, Temanggung. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (2/7).
Helikopter berwarna oranye itu hendak memantau letusan kawah Sileri kawasan pegunungan Dieng, Banjarnegara. Pasalnya Sileri di kawasan Dieng Plateu Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengeluarkan letusan fratik atau letusan gas pada Minggu (2/7) siang.
Letusan itu mengakibatkan belasan wisatawan yang berada di sekitar kawah mengalami luka. Wisatawan yang menjadi korban letusan dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan.