"Itu sebenarnya tradisi buruk. Harusnya keberlanjutan itu dijaga," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (16/10).
Fahri menilai ketidakhadiran ini seolah mengulang sejarah saat Presiden kelima Megawati Soekarnoputri tidak menghadiri pelantikan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selamat datang. Ada yang selamat tinggal dan itu biasa itu. Dalam hidup itu ada yang datang dan ada yang pergi. Itu normal. Ada yang hidup lahir dan mati. Itu hidup," katanya.
Sebab, kata Sodik, proses serah terima jabatan merupakan bagian dari tugas yang harus dijalankan pejabat lama kepada pejabat baru yang terpilih.
Secara terpisah, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo enggan mengomentari ketidakhadiran Djarot dalam prosesi serah terima jabatan dengan Anies-Sandi di Balai Kota, sore nanti.
"Tanya Pak Djarot ya, jangan tanya saya. Saya tidak mau komentar," kata Tjahjo usai menghadiri rapat di DPR.
Ketidakhadiran Djarot dikonfirmasi salah satu stafnya yaitu Monang Tambunan. Djarot diketahui pergi berlibur ke Labuan Bajo bersama keluarganya.
"Iya, Bapak sudah berangkat tadi pagi," ujar staf pribadi Djarot, Monang, ketika dihubungi wartawan hari ini.
"Mudah-mudahan pak djarot datang. Kemarin saya masih minta beliau datang," kata Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Rencananya, setelah dilantik di Istana Negara pada pukul 16.00 WIB, Anies-Sandi dijadwalkan mengikuti serah terima jabatan di Balai Kota pada pukul 17.30 WIB.
Setelah itu, Balai Kota pun bakal menggelar Selametan Jakarta untuk menyambut pimpinan baru provinsi tersebut. (sur)