Hal itu diketahui dari laman Twitter akun resmi @InfoHumasBMKG yang mengunggah cuitan sekitar pukul 02.30 WIB.
"Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:6.9 SR, tanggal: 15-Dec-17 23:47:58 WIB, dinyatakan telah berakhir::BMKG."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangan tertulis disebutkan, peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir oleh BMKG. Berdasarkan laporan dari petugas BPBD dan relawan dilaporkan tidak ada tsunami di sepanjang Pantai selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta.
Maka itu, masyarakat diimbau untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan tenang, karena kondisi aman dan sudah tidak ada potensi tsunami.
Tercatat gempa susulan terjadi 5 kali dengan kekuatan yang lebih kecil. Hal itu dinilai merupakan kejadian yang alamiah karena sistem lempeng bumi mencari keseimbangan. Setiap terjadi gempa yang cukup besar maka akan diikuti gempa susulan yang lebih kecil beberapa kali.
Lihat juga:BNPB: Gempa Terjadi di Jabar, Jateng dan DIY |
"Tidak perlu panik. Jangan percaya pada isu-isu atau informasi yang menyesatkan. Dalam kondisi darurat seperti ini banyak informasi menyesatkan dan palsu," imbaunya.
Dalam keterangan resminya, Sutopo juga mengakui bahwa informasi tentang permukaan air laut surut di Pacitan ternyata berita bohong (hoax). (lav)