Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dengan Fatmawati itu mengaku bisa mengerti dengan betul isi dan maksud puisi yang dibuat oleh Sukmawati.
Guruh menilai tidak ada isi yang menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam puisi yang dibacakan di gelaran Indonesia Fashion Week 2018 tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas dasar itu, Guruh berharap semuah pihak bisa berfikir jernih dan bijaksana dalam menyikapi isi puisi Sukmawati.
"Kami tidak membicarakan soal itu (puisi), saya sudah berbicara dengan Sukma," kata Guruh.
Pernyataan Guruh ini berbeda dengan abang kandungnya, Guntur Soekarnoputra yang malah menyesalkan isi puisi yang dibacakan Sukmawati.
"Itu pendapat pribadi Sukmawati, tidak ada urusannya dengan pandangan dan sikap keluarga," kata Guntur yang merupakan anak pertama Sukarno dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Meski enggan mengomentari lebih jauh puisi adiknya itu, Guntur menegaskan bahwa puisi yang dibuat Sukmawati sama sekali tidak terkait dengan pandangan dan sikap keluarga Bung Karno, mengenai ajaran agama Islam.
"Saya juga yakin puisi Sukma tersebut tidak mewakili sikap keimanannya sebagai seorang muslimah, dan saya ingin Sukma segera meluruskannya," kata Guntur.
Guntur menambahkan sejak kecil, seluruh keluarga telah dididik serta diajarkan keagamaan sesuai syariat Islam oleh Bung Karno dan Fatmawati.
"Kami diajarkan syariat Islam dan Bung Karno pun menjalankan semua rukun Islam termasuk menunaikan ibadah haji," katanya.
Sebelumnya, puisi putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri yang dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 beberapa waktu lalu dipermasalahkan. Puisi tersebut dinilai mengandung unsur penistaan agama karena membandingkan azan dengan kidung.
Puisi itu dipermasalahkan oleh pengurus Persaudaraan Alumni 212 Kapitra Ampera dan sejumlah pihak. Siang ini, Sukmawati resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya atad puisinya tersebut. (dal/sur)