"Ya besok. Setelah salat Jumat Insyaallah. Soal deklarasi bisa malam ini bisa besok," katanya.
Meski begitu Fadli belum mau mengungkap bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo esok, termasuk soal kemungkinan Sandiaga Uno yang dipilih sebagai cawapres Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koalisi yang digalang Gerindra melibatkan Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat, termasuk kemungkinan Partai Amanat Nasional. Namun, belakangan koalisi ini dilanda keretakan setelah muncul wacana menduetkan Prabowo dengan Sandiaga.
Demokrat jadi pihak yang paling tegas merespons wacana ini. Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief bahkan menyebut Prabowo sebagai Jenderal Kardus.
Dia beralasan sebagai negara dengan 200 juta lebih penduduk diperlukan formasi dalam bentuk mitra koalisi yang kuat.
"Ini mau urus negara dengan penduduk 200 juta lebih, enggak bisa sendiri-sendiri perlu formasi yang kuat," kata dia.
Lebih lanjut Fadli juga menampik ada obrolan soal Sandi sebagai cawapres dalam pertemuan antara Prabowo dan Susilo Bambang Yudhoyono pagi tadi.
"Enggak ada sih (Sandi soal cawapres) pembicaraan lebih substansial. Tapi ya lihat nanti hasilnya. Itu kan terlalu teknis," kata dia. (wis/osc)