Kwik mengatakan dalam pertemuan itu Ratna bicara soal dana US$100 juta atau sekitar Rp1,5 triliun yang ditransfer seseorang dari Inggris untuk kepentingan mereka.
"Waktu itu Ibu Ratna datang dengan beberapa temannya menceritakan tentang dana yang sangat besar, sekitar US$100 juta yang ditransfer dari Inggris untuk kepentingan mereka," kata Kwik saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ratna saat itu menjawab hanya ingin minta saran. Saya bilang saya hanya bisa beri saran kalau saya tahu bukti transfernya mana," ujar Kwik.
Bukannya memberikan bukti transfer, Ratna disebut Kwik malah menjelaskan panjang lebar soal dana transfer. Namun penjelasan Ratna menurut Kwik hanya berputar-putar saja.
"Tidak ada dokumen transfer sama sekali," ujar Kwik.
Dari pembicaraan itulah Kwik mengaku mulai mencurigai Ratna. Dia lantas memberitahu kepada Sandiaga perihal ini.
Kwik tak menyebut kapan dirinya memberitahu Sandi. Namun Sandi telah membenarkan mendapat peringatan dari Kwik soal sosok Ratna.
Sandi mengatakan dalam pembicaraan di telepon itu Kwik tak hanya mengingatkan dirinya soal Ratna. Ekonom itu juga membahas isi pembicaraan dengan Ratna mengenai dana dari sumber tertentu.
"Berkaitan dengan, ya tentunya harapan Bu Ratna tentang dana-dana, kalau enggak salah, [dana] kerajaan atau apa yang luar biasa. Dokumennya sampai satu meter di kantornya Pak Kwik," kata Sandi.
CNNIndonesia.com mencoba menghubungi kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin untuk mengklarifikasi pengakuan Kwik dan Sandiaga. Namun saat dihubungi lewat telepon yang bersangkutan tidak mengangkatnya. (wis/asa)