JK mengatakan warga NU lebih memilih untuk beribadah di bulan Ramadan alih-alih mengikuti aksi massa yang berujung kericuhan itu.
"Tentu kita menghargai atas sikap NU untuk mengutamakan meningkatkan amal ibadah. Tidak ikut dalam perbedaan politik yang menyebabkan kerusuhan yang terjadi satu, dua hari terakhir ini," ujar JK saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (23/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Ketua PBNU Said Aqil Siradj menyayangkan kerusuhan yang terjadi saat aksi massa tersebut. Momen bulan Ramadan, menurut Said, mestinya diisi dengan beribadah.
Ia membandingkan kondisi yang terjadi di Jakarta selama dua hari kemarin dengan di pesantren. "Kalau seluruh pesantren di NU, berlomba-lomba menghatamkan kitab. Eh di Jakarta ribut. Alhamdulillah di pesantren tidak terkontaminasi," tuturnya.
"Jangan kepentingan kelompok, jangan apa-apa sesaat tapi (pengaruh) keberlangsungan keutuhan negara. Kita harus belajar dari keributan di Afghanistan, Timur Tengah. 40 tahun Afghanistan perang saudara, padahal 100 persen beragama Islam," ucapnya. (psp/wis)